Bicara
tentang pengalaman, kita semua pasti punya pengalaman apalagi dalam dunia
pendidikan. Masa sekolah adalah masa yang paling indah saat bisa merasakan
bagaimana proses belajar bersama teman dikelas, interaksi dengan guru, meratiin
guru ngajar, mencerna apa yang guru bilang, bagaimana cara kita untuk bisa
ngerti, ditanya bingung bagaimana menyampaikan apa yag tidak dimengerti. Tapi
itu adalah sebagian dari proses untuk mencapai ilmu,
Andragogi berasal dari dua kata dalam
bahasa Yunani, yakni ‘Andra’ berarti orang dewasa dan ‘Agogos’ berarti
memimpin. Andragogi kemudian dirumuskan sebagai "Suatu seni dan ilmu untuk
membantu orang dewasa belajar". Kata andragogi pertama kali digunakan oleh
Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan dan merumuskan konsep-konsep
dasar teori pendidikan Plato. Kapp membedakan antara pengertian
"Social-pedagogy" yang menyiratkan arti pendidikan orang dewasa,
dengan Andragogi. Dalam rumusan Kapp, "Social-pedagogy" lebih
merupakan proses pendidikan pemulihan (remedial) bagi orang dewasa yang cacat.
Adapun andragogi, justru lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang
dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan.
Andragogi
Pada saat kuliah kita juga diajarkan
bagaimana menghargai pendapat orang lain, jika dosen bertanya dan kita menjawab
mak dosen tidak pernah sama sekali menatakan bahwa pendapat atau jawaban kita
kurang tepat selain itu tugas yang diberikan dosen dapat kita selesaikan tepat
pada waktu nya.
Pada saat kuliah teknologi yang kita
gunakan juga bersifat modrent seperti SPSS, kuliah secara online yang mungkin
jarang bahkan tidak pernah didapatkan dari SMA.
dikuliah ini juga sebelum perkuliahan berlangsung siswa sudah terlebih dahulu membaca materi yang akan dipelajari pada esok kuliah berlangsung, dan jika ada materi yang tidak dipahami maka teman-teman yang tau boleh menjelaskan kepada temannya yang tidak tau setelah itu ditambah dengan penjelasan dosen.
Jadi kesimpulannya adalah disini siswa lebih dituutut untuk berfikir kreatif sekaligus mandiri….dan pada pembelajaran ini para siswa juga diajarkan kekompakan sehingga dapat menjalankan kerjasama yang baik dan menimbulkan ide atau suatu gagasan baru didalam suatu kelompok tersebut.
dikuliah ini juga sebelum perkuliahan berlangsung siswa sudah terlebih dahulu membaca materi yang akan dipelajari pada esok kuliah berlangsung, dan jika ada materi yang tidak dipahami maka teman-teman yang tau boleh menjelaskan kepada temannya yang tidak tau setelah itu ditambah dengan penjelasan dosen.
Jadi kesimpulannya adalah disini siswa lebih dituutut untuk berfikir kreatif sekaligus mandiri….dan pada pembelajaran ini para siswa juga diajarkan kekompakan sehingga dapat menjalankan kerjasama yang baik dan menimbulkan ide atau suatu gagasan baru didalam suatu kelompok tersebut.
Sekedar info saya dengar dari telivisi cara ini juga sudah
mulai diterapkan pada anak SMP dan SMA
sesuai dengan kurikulum yaitu Kurikulum 2013. Sesuai denagn pendapat para ahli
Psikologi Pendidikan yaitu Jhon Dawey yang pertama kita mendapatkan anak sebagai
pembejar aktif dan yang kedua bahwa
seharusnya pendidikan difokuskan pada anaak secara keseluruhan dan
memperkuat kemapuan anaak untuk berdaptasi denagn lingkungannya.
Pedagogi
Metode
ini memakai cara pembelajaran yaitu berpusat pada guru atau pengajar. Siswa hanya
mendenarkan apa yang disampaikan oleh guru sangat berbeda dengan apa yang
disampaikan oleh Jhon Dawey.
Metode
ini memakai cara pembelajaran yaitu berpusat pada guru atau pengajar. Siswa hanya
mendenarkan apa yang disampaikan oleh guru sangat berbeda dengan apa yang
disampaikan oleh Jhon Dawey.
Pada pembelajaran ini siswa cenderung
pasif dari pada berfikir secara kreatif, pada saat pemberian tugas siswa juga
diharuskan mengikuti apa yang disampaikan oleh buku tanpa diberikan kebebasan
berfikir. Guru juga hanya memakai buku panduan saja dan terkadang sedikit menambahkan
pengalaman yang dialaminya,,,ketika seorang guru memberikan pekerjaan rumah
guru hanya cenderung menyampaikan apa yang ada didalam buku tanpa mengetahui
metode apa yang disenangi oleh siswa dan apa yang dibutuhkan siswa saat belajar
maupun dalam mengerjakan tugas.Pada saat SMA banyak juka teknologi yang tidak
diajarkan dan baru mulai dikenal dari perkuliahan saja, selain itu kami mengganggap
bahwa sekolah itu digunakan untuk memproleh nilai tertinggi dan lulus dengan
nilai terbaik tanpa memperhatikan sejauh mana pengetahuan yang kami dapat dari
sekolah sebagai seorang yang di didik.
Jadi kesimpulannya didalam metode ini
siswa hanya mendenarkan apa yang diasampaikan oleh guru yang cenderung pasif
daripada kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar