Ciri-ciri Tes Binomial yaitu
·
Dalam populasi terdiri dari 2 kelas yaitu P dan Q
·
Datanya nominal
·
Bertipe goodness of fitt
Tes ini dapat
digunakan untuk menguji apakah frekuensi-frekuensi yang kita amati pada sampel
berasal dari populasi yang kita teliti.
Distribusi Binomial
Adalah tes
distribusi sampling dari proporsi-proporsiyang mungkin kita amati dalam
sampel-sampel random yang ditarik
dari suatu populasi yang terdiri dari dua kelas. Artinya distribusi ini memberikan
nilai-nilai yang mungkin terjadi dibawah Ho.
Disini Ho ialah hipootesis bahwa
nilai populasinya adalah P
untuk
sampel ≤ 25
Bila terdapa N
subyek, terdiri dari dua kelas. Bila kelas I= X dan kelas II= N – X maka

p = probabilitas untuk memperoleh x objek pada
satu kategori dan N- x pada kategori lain
P =
probabilitas yang diharapkan dalam satu kategori
Q = proporsi
yang diharapkan dalam kategori lain (1-P)
Keputusan
·
jika p < α maka Ho ditolak
·
jika p > α maka Ho diterima
contoh soal
Sebuah
perusahaan otomotif memproduksi mobil
berbahan bakar bensin dan solar. Perusahaan ingin mengetahui apakah masyarakat
lebih menyukai mobil
berbahan bakar bensin atau solar. Dari 19 sampel yang dipilih secara random
diketahui 11 orang memilih mobil
berbahan bakar bensin dan 8 orang memilih mobil berbahan bakar solar.
Penyelesaian
Rumusan
Masalah :
Apakah masyarakat cenderung memilih mobil berbahan
bakar bensin atau solar ?
Hipotesis
:
Ho : Frekuensi masyarakat yang memilih mobil
berbahan bakar bensin dan solar tidak berbeda.
Ha :
Frekuensi masyarakat yang memilih mobil berbahan bakar bensin dan solar berbeda.
Taraf
kepercayaan 95% (P > 0.05 Ho diterima)
Peny : P = 0.324 (satu sisi)
P = 0.648 (dua sisi)
P > 0.05 Ho diterima
Untuk sampel
lebih dari 25
§ berdistribusi
normal dan binomial
§ distribusi
sampling x diperkirakan normal dengan mean = NP dan standart deviasi = akar NPQ
§ hipotesis diuji
dengan rumus z
Pada hal ini z
kurang lebih berdistribusi normal dengan mean nol dan varian = 1. Pendekatan
ini menjadi sangat baik jika diterapkan pula koreksi kontinyuitas. Koreksi ini
perlu karena distribusi normal adalah untuk suatu variable kontinyu, sedangkan
Distribusi binomial digunakan untuk variable diskrit.
Koreksi
kontinyuitas ini terjadi dengan pengurangan 0,5 terhadap selisih antara nilai x
yang diobservasi dan nilai yang diharapkan : ux = NP. Karena itu , kalau x <
tambahkan 0,5 pada x. Dengan menggunakan rumus

Bila x
< NP kita tambahkan 0.5 dan bila x > NP kita kurangi dengan 0.5 sehingga z menjadi :

Contoh soal sampel yang lebih besar dari 25
Sebuah
perusahaan otomotif memproduksi mobil berbahan bakar bensin dan solar.
Perusahaan ingin mengetahui apakah masyarakat lebih menyukai mobil berbahan
bakar bensin atau solar. Dari 18 sampel yang dipilih secara random diketahui 11
orang memilih mobil berbahan bakar bensin dan 8orang memilih mobil berbahan
bakar solar
Dik : N = 19
x = 8
Dit : P =.........?
Jawab



Langkah-langkah
dalam menggunakan tes binomial
1.
tetapkan N = banyaknya kasus yang diobservasi.
2.
tetapkan jumlah frekuensi dalam masing-masing kategori.
3.
Metode menemukan kemungkinan terjadinya suatu harga, atau harga yang
lebi ekstrim dibawah Ho bervariasi:
a.
Jika N adalah 25 atau kurang, dan jika P = Q = setengah, table D
menyajikan kemunginan satu sisi mengenai munculnya berbagai harga yng sekecil
harga x observasi, dibawah Ho.
b.
Jika P ≠ Q kemungkinan akan terjadinya harga x ( atau yang lebih ektrem
dari itu) dibawah Ho ditetapkan
dengan cara menstibtusikan harga-harga observasi sesuai rumus.
c.
Jika N lebih besar dari 25 dan P mendekati setengah, ujilah Ho dengan
menggunakan rumus. Table A menyajikan kemungkinan dibawah Ho harga z yang
dihasilkan rumus tersebut.
Contoh soal
Sebuah perusahaan otomotif
memproduksi mobil berbahan bakar bensin dan solar. Perusahaan ingin mengetahui
apakah masyarakat lebih menyukai mobil berbahan bakar bensin atau solar. Dari 19 sampel yang dipilih
secara random diketahui 11 orang memilih mobil berbahan bakar bensin dan 8 orang memilih mobil berbahan bakar
solar.
penyelesaian
·
Rumusan Masalah :
Apakah masyarakat cenderung
memilih mobil berbahan bakar bensin atau solar ?
·
Hipotesis :
Ho : Frekuensi masyarakat
yang memilih mobil berbahan bakar bensin dan solar tidak berbeda.
Ha : Frekuensi masyarakat yang memilih mobil berbahan bakar bensin dan
solar berbeda.
·
Taraf kepercayaan 95% (P > 0.05 Ho diterima)
Menggunakan rumus
Dik : N = 19
x = 8
Dit : P =.........?
penyelesain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar