A.
Fenomena
Mendaki
10 gunung di Jawa dan Bali serta Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan naik sepeda
onthel, mana mungkin?. Siapa yang mau menjalaninya. Bagi Ronny Hartono, 34, , hal itu merupakan tantangan yang
mengasyikan. Buktinya, sampai saat ini sudah enam dari sepuluh puncak gunung
yang berhasil didakinya.
Sudah enam, puncak Gunung Gede,
Ciremai, Slamet, Sindoro, Sumbing dan Merbabu. Tinggal empat lagi yakni, Gunung
Semeru, Arjuno-Wlirong, Agung dan Rinjani,” papar Ronny saat mampir di Griya
SOLOPOS, Jl Adi Sucipto No 190, Solo, Selasa (7/8/2012), sebelum melanjutkan
perjalanan naik sepeda ke Jawa Timur. Ronny yang ditemani anggota pencinta alam
Asupala, Uuk Guntoro kepada Espos mengatakan, apa yang dilakukannya itu karena
panggilan hati akan kecintaan alam Indonesia. Juga dalam rangka memperingati
HUT ke-67 Kemerdekaan RI.
Sebelum ekspedisi mendaki 10
puncak gunung dengan sepeda onthel, saya sudah melakukan sejumlah ekspedisi
lainnya,” tutur Ronny yang juga anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti)
Kendal. Ekspedisi pertama, jalan kaki keliling Indonesia dijalaninya selama
lima tahun, lima bulan empat hari. Kemudian eksepidisi kedua, mendaki enam
puncak Nusantara, selama satu tahun tiga bulan, ekspedisi ketiga, menjelajah
empat penjuru mata angina di Nusantara,
“Kalau yang sekarang mendaki 10 puncak
gunung dengan sepeda onthel adalah ekspedisi saya yang keempat,” ujar Ronny
yang mengaku mendapat support dari anggota Kosti dan pecinta alam lainnya. Maka
tak mengherankan jika kisah duka pun sering dialaminya tak menyurutkan aksinya.
Seperti saat konflik di Sampit, Kalimantan Timur dan konflik Ambon, nyawanya
nyaris melayang.
“Kalau yang sekarang mendaki 10 puncak
gunung dengan sepeda onthel adalah ekspedisi saya yang keempat,” ujar Ronny
yang mengaku mendapat support dari anggota Kosti dan pecinta alam lainnya. Maka
tak mengherankan jika kisah duka pun sering dialaminya tak menyurutkan aksinya.
Seperti saat konflik di Sampit, Kalimantan Timur dan konflik Ambon, nyawanya
nyaris melayang.
Namun sukanya, saya dapat bertemu
dengan 24 suku di Papu. Sebuah pengalaman tersendiri yang mungkin akan saya tuangkan
dalam sebuah buku,” kata Ronny yang ingin kegiatannya dapat dicatat di Museum
Rekor Indonesia (MURI) dan diundang di acara Kick Andy.
B.
Teori
Menurut Zuckerman, sensation seeking
dideskripsikan sebagai keinginan untuk bervariasi/ beragam, baru, kompleks/
rumit, serta pengalaman dan kesukarelaan dala mengambil resiko secara fisik,
sosial, legal, dan secara financial sebagai sebuah pengalaman.
Assessing Sensation seeking
Untuk
mengukur sensation seeking, Zuckerman membentuk Sensaton Seeking Scale (SSS),
yang memiliki 40 pertanyaan kuesioner. Dengan menggunakan factor analysis,
Zuckerman (1983) mengidentifikasikan kedalam 4 komponen dari sensation seeking:
1. Thrill and adventure seeking keinginan
untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya, dan hal
yang menantang gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving.
2.
Experience seeking mencari pengalaman
baru melalui perjalanan, lagu, dan seni.
3.
Disinhibition kebutuhan untuk mencari
aktivitas sosial yang liar.
4.
Boredom susceptibility
C.
Pembahasasn
Menurut Zuckerman, sensation seeking dideskripsikan sebagai keinginanan untuk
bervariasi/ beragam, baru, kompleks/ rumit, sensasi yang intens, dan pengalaman
serta kesukarelaan dalam mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan
secara financial demi sebuah pengaalaman.
Dari pengertian sensation seeking menurut Zuckerman diatas
dapat disimpulkan melalui fenomena tersebut dengan melihat keberanian Rony
hartono warga desa purwosari beserta
rekanynya anggota para pecinta alam asupala warga Desa Purwosari RT 001/RW I,
Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah untuk mencari kegiatan yang baru dan menantang
sekaligus demi kecintannya kepada Indonesia. Dengan menaiki sepeda onthel
milikknya ia mampu mendaki 10 gunung diJawa dan diBali serta Nusa Tenggara
Barat (NTB).
Dengan mengalahkan segala rintangan yang ada bahkan pernah
terjadi konflik Seperti saat konflik di Sampit, Kalimantan Timur dan konflik
Ambon, nyawanya nyaris melayang, tetapi hal itu tidak mereka pedulikan
karena itu tidak lah seberapa dibandingkan rasa cintanya dalam memperingati HUT
ke-67 kemerdekaan RI.
Thrill and Adventure seeking keinginan untuk terikat dalam
aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya, dan hal yang menantang
gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving. Dari fenomena
diatas sangat berkaitan dengan teori Zuckerman ini seperti yang tertulis diatas
bahwa pak roni rela menaiki sepeda onthel untuk mendaki 10 gunung bahkan
diparagraf tiga juga tertulis saat terjadi konflik di sampait dan ambon membuat
nyawanya hamper melayang, hal ini sangat membahayakan dirinya.
Experience seeking mencari pengalaman baru melalui
perjalanan, music dan seni. Dari fenomena diatas dapat kita kaitkan dengan
teori Zuckerman yang terdapat diparagraf terakhir yaitu “Sebuah pengalaman tersendiri yang
mungkin akan saya tuangkan dalam sebuah buku” ujurnya. Nah dari sini kita dapat
melihat dengan menaili sepeda onthel demi kecintaanya pada Indonesia ia menjadi mendapatkan pengalaman
baru melalui perjalanannya.
Disinhibition kebutuhan untuk mencari aktivitas
sosial yang liar. Nah dari fenomena diatas kita bisa melihat pak rony mendaki
10 gunung dengan sepeda onthelnya, demi untuk menyambut HUT-67 kemerdekaan RI. Sehingga ia melakukan
kegiatan yang menantang ini karena kecintaanya pada Indonesia.
refrensi :
http://www.solopos.com/2012/08/07/demi-indonesia-ronny-rela-naik-gunung-dengan-sepeda-onthel-317033
Schultz dan Schultz. 2005. Theories of Personality