Kamis, 25 Desember 2014

Demi Indonesia, Ronny Rela Naik Gunung dengan Sepeda Onthel








A.    Fenomena
Selasa, 7 Agustus 2012 14:57 WIB | JIBI/SOLOPOS/Arif Fajar Setiadi |
Mendaki 10 gunung di Jawa dan Bali serta Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan naik sepeda onthel, mana mungkin?. Siapa yang mau menjalaninya. Bagi Ronny Hartono, 34,  , hal itu merupakan tantangan yang mengasyikan. Buktinya, sampai saat ini sudah enam dari sepuluh puncak gunung yang berhasil didakinya.
Sudah enam, puncak Gunung Gede, Ciremai, Slamet, Sindoro, Sumbing dan Merbabu. Tinggal empat lagi yakni, Gunung Semeru, Arjuno-Wlirong, Agung dan Rinjani,” papar Ronny saat mampir di Griya SOLOPOS, Jl Adi Sucipto No 190, Solo, Selasa (7/8/2012), sebelum melanjutkan perjalanan naik sepeda ke Jawa Timur. Ronny yang ditemani anggota pencinta alam Asupala, Uuk Guntoro kepada Espos mengatakan, apa yang dilakukannya itu karena panggilan hati akan kecintaan alam Indonesia. Juga dalam rangka memperingati HUT ke-67 Kemerdekaan RI.
Sebelum ekspedisi mendaki 10 puncak gunung dengan sepeda onthel, saya sudah melakukan sejumlah ekspedisi lainnya,” tutur Ronny yang juga anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kendal. Ekspedisi pertama, jalan kaki keliling Indonesia dijalaninya selama lima tahun, lima bulan empat hari. Kemudian eksepidisi kedua, mendaki enam puncak Nusantara, selama satu tahun tiga bulan, ekspedisi ketiga, menjelajah empat penjuru mata angina di Nusantara, http://images.solopos.com/2012/08/0708RonnyHartono1.jpg “Kalau yang sekarang mendaki 10 puncak gunung dengan sepeda onthel adalah ekspedisi saya yang keempat,” ujar Ronny yang mengaku mendapat support dari anggota Kosti dan pecinta alam lainnya. Maka tak mengherankan jika kisah duka pun sering dialaminya tak menyurutkan aksinya. Seperti saat konflik di Sampit, Kalimantan Timur dan konflik Ambon, nyawanya nyaris melayang.
Namun sukanya, saya dapat bertemu dengan 24 suku di Papu. Sebuah pengalaman tersendiri yang mungkin akan saya tuangkan dalam sebuah buku,” kata Ronny yang ingin kegiatannya dapat dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dan diundang di acara Kick Andy.

B.     Teori
Menurut Zuckerman, sensation seeking dideskripsikan sebagai keinginan untuk bervariasi/ beragam, baru, kompleks/ rumit, serta pengalaman dan kesukarelaan dala mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan secara financial sebagai sebuah pengalaman.
Assessing Sensation seeking
Untuk mengukur sensation seeking, Zuckerman membentuk Sensaton Seeking Scale (SSS), yang memiliki 40 pertanyaan kuesioner. Dengan menggunakan factor analysis, Zuckerman (1983) mengidentifikasikan kedalam 4 komponen dari sensation seeking:
1.  Thrill and adventure seeking keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya, dan hal yang menantang gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving.
2.     Experience seeking mencari pengalaman baru melalui perjalanan, lagu, dan seni.
3.     Disinhibition kebutuhan untuk mencari aktivitas sosial yang liar.
4.     Boredom susceptibility

C.     Pembahasasn
Menurut Zuckerman, sensation seeking  dideskripsikan sebagai keinginanan untuk bervariasi/ beragam, baru, kompleks/ rumit, sensasi yang intens, dan pengalaman serta kesukarelaan dalam mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan secara financial demi sebuah pengaalaman.
Dari pengertian sensation seeking menurut Zuckerman diatas dapat disimpulkan melalui fenomena tersebut dengan melihat keberanian Rony hartono warga desa purwosari  beserta rekanynya anggota para pecinta alam asupala warga Desa Purwosari RT 001/RW I, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah untuk mencari kegiatan yang baru dan menantang sekaligus demi kecintannya kepada Indonesia. Dengan menaiki sepeda onthel milikknya ia mampu mendaki 10 gunung diJawa dan diBali serta Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan mengalahkan segala rintangan yang ada bahkan pernah terjadi konflik Seperti saat konflik di Sampit, Kalimantan Timur dan konflik Ambon, nyawanya nyaris melayang, tetapi hal itu tidak mereka pedulikan karena itu tidak lah seberapa dibandingkan rasa cintanya dalam memperingati HUT ke-67 kemerdekaan RI.
Thrill and Adventure seeking keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya, dan hal yang menantang gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving. Dari fenomena diatas sangat berkaitan dengan teori Zuckerman ini seperti yang tertulis diatas bahwa pak roni rela menaiki sepeda onthel untuk mendaki 10 gunung bahkan diparagraf tiga juga tertulis saat terjadi konflik di sampait dan ambon membuat nyawanya hamper melayang, hal ini sangat membahayakan dirinya.
Experience seeking mencari pengalaman baru melalui perjalanan, music dan seni. Dari fenomena diatas dapat kita kaitkan dengan teori Zuckerman yang terdapat diparagraf terakhir yaitu  Sebuah pengalaman tersendiri yang mungkin akan saya tuangkan dalam sebuah buku” ujurnya. Nah dari sini kita dapat melihat dengan menaili sepeda onthel demi kecintaanya pada  Indonesia ia menjadi mendapatkan pengalaman baru melalui perjalanannya.
Disinhibition kebutuhan untuk mencari aktivitas sosial yang liar. Nah dari fenomena diatas kita bisa melihat pak rony mendaki 10 gunung dengan sepeda onthelnya, demi untuk menyambut  HUT-67 kemerdekaan RI. Sehingga ia melakukan kegiatan yang menantang ini karena kecintaanya pada Indonesia.
refrensi : 
http://www.solopos.com/2012/08/07/demi-indonesia-ronny-rela-naik-gunung-dengan-sepeda-onthel-317033
Schultz dan Schultz. 2005. Theories of Personality