Psikologi pendidikan adalah
cabang ilmu
psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran
dalam lingkungan pendidikan. Di dalam pendidikan teknologi bertujuan untuk
memberikan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja
dengan membuat, menggunakan, dan mengelola
proses dan sumber teknologi yang memadai. Tujuan utama
teknologi dalam pembelajaran adalah untuk memecahkan masalah pembelajaran atau
memfasilitasi pembelajaran dan untuk meningkatkan kinerja pembelajaran. Disini
memang tidak selamanya teknologi itu meningkatkan kemampuan kerja murid tetapi
disisi lain dibutuhkan syarat atau kondisi untuk menciptakan lingkungan belajar
yang mendukung proses belajar murid.
Visi dan dukungan dari tokoh pendidikan
:
o Guru menguasai
teknologi untuk pengajaran
o Guru memahami
standart dan isi kurikulum yang akan diajarkan.
o Membuat penilaian efektifitas
teknologi untuk pembelajaran.
o Memandang anak sebagai pembelajar
yang aktif dan konstruktif.
Guru yang efektif mengembangkan
keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam proses belajar di
kelas. Integrasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid, termasuk
kebutuhan mempersiapkan murid untuk
mencari pekerjaan di masa depan, karena seorang murid sangat membutuhkan
keahlian teknologi dan keahlian berbasis komputer. Guru yang efektif tahu cara
menggunakan komputer dan cara mengajar murid untuk menggunakan komputer, untuk
menulis dan berkreasi, dan guru yang efektif memahami dengan baik berbagai
perangkat penting lainnya untuk mendukung pembelajaran murid yang memiliki
gangguan belajar.
National Educational Technology
Standards (NETS) didirikan oleh International Society for Technology in
Education (ISTE) (2000, 2001). NETS sedang mengembangkan:
Ø Standar landasan teknologi untuk
murid.
Ø Standar penggunakan teknologi dalam
proses belajar mengajar.
Ø Standar pendukung teknologi
pendidikan.
Ø Standar untuk penilaian murid dan
evaluasi penggunaan teknologi.
Teknologi sangat efektif untuk
mengajar. Misalnya sekelompok mahasiswa ditugaskan untuk meneliti keanekaragamaan
agama yang ada di Indonesia. Misalnya dengan cara melakukan observasi ataupun
study tour langsung ke tempat-tempat ibadah. Untuk memperluas wawasan dan
informasi mahasiswa dapat menggunakan internet, contonya dengan membuka google.
Kemudian mahasiswa dapat menyusun database elektornik serta menyusun dan
menganalisis apa-apa yang menjadi temuan mereka. Kemudian mahasiswa dapat
melaporkan temuan mereka melalaui website yang diberi judul “Keanekaragaman
agama yang ada di Indonesia”.
Dengan demikian, teknologi sangat
berperan penting dalam proses pendidikan termasuk dalam bidang psikologi
pendidikan. Karena dengan teknologi sangat membantu mahasiswa memperoleh
pengetahuan, informasi dan wawasan yang lebih luas. Sehingga mahasiswa lebih
mudah memahami materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran.
Referensi:
John
W. Santrok. (2010). Psikologi Pendidikan.
Jakarta. Kencana.
Lilik
Gani. (2008). Peran Teknologi Pendidikan
dalam Meningkatkan Akses, Mutu dan Relevansi Pendidikan Indonesia. Bandung.
Disampaikan pada seminar nasional dan kolokium teknologi pendidikan di bandung.
Terima kasih atas infonya, sangat bagus dan menarik...
BalasHapusSaya ingin bertanya, jika guru/pengajar tidak menguasai teknologi dalam proses belajar mengajar apa dampaknya terhadap psikologi murid itu sendiri???...
terima kasih kepada saudara asrin........menurut saya dampaknya terhadap psikologi anak....anak menjadi kurang tertarik dan termotivasi untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh gurunya karena mereka cepat merasa jenuh dan bosan. disinilah teknologi dibutuhkan karena selain praktis teknologi juga sangat mendungkung proses belajar mengajar selain itu pada zaman sekarang siswa sudah sangat mengenal apa itu teknologi..........dan seperti yang dosen saya ajarkan "teknologi membuat kita berfikir kreatif dan berkreativitas dengan baik menuju masa depan yang cemerlang".
BalasHapusTerima kasih atas jawabannya
Hapus