Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu
psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan
pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan didirikan
oleh beberapa printis bidang psikologi sebelum abad ke-20. Ada 3 printis
terkemuka yang muncul diawal sejarah psikologi pendidikan.
William James
John Dewey
E.L. Thorndike
Cara Mengajar yang Efektif
Karena mengajar adalah hal yang
kompleks dan karena murid-murid itu bervariasi maka tidak ada cara tunggal
untuk mengajar yang efektif untuk semua hal. Disini guru membutuhkan dua hal
utama yaitu :
·
Pengetahuan
dan keahlian profesional
Guru yang efektif
menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik.
Guru efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode
penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Mereka tahu
bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan
murid-murid dari beragam latar belakang kultural.
·
Penguasaan
materi pelajaran
Guru yang efektif harus
harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Pengetahuan subyek materi
bukan hanya mencakup fakta, istilah, dan konsep umum. Ini juga membutuhkan pengetahuan
tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara
berfikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu pelajaran, kepercayaan
tentang matra pelajaran, dan kemampuan untuk mengikuti satu gagasan dari suatu
disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
Riset Dalam Psikologi
Pendidikan
Mengapa riset itu
penting???????????????????????????
Karena
riset bisa menjadi sumber imformasi berharga untuk memahami strategi mengajar.
Kadang-kadang dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman
anda dan pengalaman orang lain, pengalaman administrator, dan para periset bisa
membuat anda menjadi guru yang efektuf. Akan tetap, selain itu rised yang
memberikan imformasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar bisa
membuat anda menjadi guru yang lebih baik.
Pendekatan Riset Ilmiah
Pendekatan ilmiah dalam psikologi
pendidikan dimaksudkan untuk memilih antara fakta dan khayalan dengan
menggunakan cara tertentu untuk memdapatkan imformasi. Riset ilmiah adalah riset objektif, sistematis,dan dapat diuji.
Riset iimiah ini didasarkan pada metode
ilmiah, yaitu sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan
informasi yang akurat. Pendekatan ini terdiri dari beberapa langkah: merumuskan
masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, serta merevisi kesimpulan,
serta merevisi kesimpulan dan teori riset. Setelah periset merumuskan masalah,
mereka biasanya meyusun teori dan hupotesis. Teori adalah seperangkat ide yang saling berkaitan dan koheren,
yang berfungsi untuk menjelaskan dan membuat prediksi sedangkan hipotesis, yakni asumsi dan prediksi
spesifik yang dapat diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atau tidak.
Metode Riset
Ada 3 metode dasar yang dipakai periset
untuk mengumpulkan imformasi dalam psikologi pendidikan yaitu :
1.
Riset
deskriptif, riset ini bertujuan mengamati dan
mencatat prilaku. Riset deskriptif tidak dengan sendirinya bisa membuktikan apa
penyebab dari suatu fenomena, tetapi bisa mengungkapkan informasi
pentingtentang prilaku dan sikap orang.
Observasi,
observasi
ilmiah dilakukan dengan sistematis. Observasi ini membutuhkan pengetahuan
tentang apa yang anda amati, melakukan observasi dengan cara yang tidak
mengandung bias, mencatat dan mengelompokkan apa yang anda lihat secara akurat,
dan menyampaikan hasil observasi anda secara efektif. Cara yang umum untuk
mencatat observasi adalah menuliskannya, dengan menggunakan simbol atau
ringkasan-ringkasan. Observasi bisa dilakukan dilaboraturium atau dilingkungan
alam. Observasi terbagi 2 yaitu:
Observasi
alamiah yaitu observasi yang dilakukan diluar laboraturium
atau didunia nyata.
Observasi
partisipan adalah observasi dimana
peneliti-pengamat terlibat aktif sebagai partisipan (peserta) dalam suatu
aktivitas atau tempat tertentu.
Wawancara dan kuesioner, ahli
Psikologi Pendidikan menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mencari tahu tentang
pengalaman, keyakinan dan perasaan guru dan murid. Kebanyakan wawancara
dilakukan dengan tatap muka, meskipun dapat juga dilakukan dengan cara lain
seperti melalui surat atau internet. Wawancara dan observasi yang baik
menggunakan pertanyaan yang konkret, spesifik , dan tidak mendua dan juga
menggunakan beberapa car auntuk mengecek autentisitas jawaban responden.
Tes standart (standarized test) adalah
tes dengan prosedur administrasi dan penilaian yang seragam. Tes ini menilai
kinerja murid di domain yang berbeda- beda dan bisa untuk membandingkan kinerja
murid dengan murid lainnyayang berusia sama atau tingkat yang sama ditingkat
nasional.
Studi
kasus adalah kajian mendalam terhadap seorang individu.
Studi etnografik yaitu
deskripsi mendalam dan interpretasi atas prilaku dalam studi etnis atau
kelompok kultural yang melibatkan keterlibatan langsung dengan partisipan.
2.
Riset
Korelasional bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan
kedua hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik. Riset korelasional
ini berguna karena semakin kuat dua hubungan antara dua peristiwa (berkaitan atau berasosiasi), maka kita bisa
memprediksi suatu kejadian secara lebih efektif.
3.
Riset
Eksperimental adalah metode yang anadal untuk
menentukan hubungan sebab akibat. Riset Eksperimen paling tidak menggunakan
satu variabel independen (bebas) dan satu variabel dependen (tergantung). Variabel independen adalah faktor yang
di manipulasi yang berpengaruh, faktor eksperimental. Variabel dependen adalah faktor yang diukur dalam sebuah
eksperimen. Dalam eksperimen, variabel independen terdiri dari
pengalaman-pengalaman yang berbeda yang diberikan kepada satu atau lebih
kelompok yang pengalamannya dimanipulasi. kelompok
eksperimental adalah sebuah kelompok yang yang pengalamannya dimanipulasi
sedangkan kelompok kontrol adalah
kelompok pembanding yang diperlukan seperti kelompok eksperimental, kecuali
dalam hal faktor yang dimanipulasi. prinsip penting lainnya dari riset
eksperimental adalah penempatan acak,
dimana dalam riset eksperimental, penetapan partisipan ke kelompok
eksperimentaldan kelompok kontrol dilakukan secara acak.
Riset
cross-sectional adalah mempelajari kelompok orang pada
satu waktu.
Riset
longditional adalah mempelajari individu-individu
yang sama selama priode waktu tertentu, biasanya beberapa priode atau lebih.
Riset
Evaluasi Program, Riset Aksi, dan Guru-sebagai-Periset
Metode yang sama juga dapat diterapkan untuk riset
yang bertujuan lebih spesik, seperti untuk mengetahui seberapa baikkah strategi
atau program pendidikan tertentu. Dalam hal ini sering dipakai riset evaluasi
program, riset aksi, dan guru sebagai periset
Riset
Evaluasi Program yaitu riset yang didesain untuk membuat
keputusan tentang efektivitas suatu
program.
Riset
Aksi yaitu riset yang dipakai untuk memecahkan problem
sekolah atau kelas tertentu, meningkatkan pengajaran dan strategi pendidikan
lainnya atau untuk membuat keputusan dilevel tertentu.
Guru-sebagai-Periset
adalah
konsep yang menyatakan bahwa guru kelas dapat menyatakan rised sendiriuntuk
meningkatkan mutu praktik pengajaran mereka.
Referensi:
John
W. Santrok. (2010). Psikologi Pendidikan.
Jakarta. Kencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar