Kamis, 20 Maret 2014

SEJARAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

 
Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa printis bidang psikologi sebelum abad ke-20. Ada 3 printis terkemuka yang muncul diawal sejarah psikologi pendidikan.

William  James
William james pada tahun ( 1842-1910 ) ia memberikan serangkaian kuliah yang bertajuk “talks to teacher”, dalam kuliah ini dia mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi diatas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak de3ngan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

John Dewey
John Dewey membangun laboraturium psikologi pendidikan pertama di AS, di universitas Chicago, pada tahun 1984. Kemudian dia melanjutkan karya inovatifnya tersebut. Kita banyak mendapatkan ide penting dari Jhon Dawey yaitu
*      Pertama, dari dewey kita mendapatkan pandangan tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learner).
*      Kedua, dari dewey kita mendapatkan ide bahwa pendidikan seharusnya difokuskan kepada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya.
*      Ketiga, dari dewey kita mendapat gagasan bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.

E.L. Thorndike
  Thorndike  berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan disekolah yang palinh penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Torndike sangat ahli dalam melakukan study belajar  dan mengajar ilmiah. Thordike juga mengajukan gagasan bahwa Psikologi  pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran.

Cara Mengajar yang Efektif
            Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan karena murid-murid itu bervariasi maka tidak ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua hal. Disini guru membutuhkan dua hal utama yaitu :
·         Pengetahuan dan keahlian profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Mereka tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari beragam latar belakang kultural.
·         Penguasaan materi pelajaran
Guru yang efektif harus harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Pengetahuan subyek materi bukan hanya mencakup fakta, istilah, dan konsep umum. Ini juga membutuhkan pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berfikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu pelajaran, kepercayaan tentang matra pelajaran, dan kemampuan untuk mengikuti satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.

Riset Dalam Psikologi Pendidikan
            Mengapa riset itu penting???????????????????????????
Karena riset bisa menjadi sumber imformasi berharga untuk memahami strategi mengajar. Kadang-kadang dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman anda dan pengalaman orang lain, pengalaman administrator, dan para periset bisa membuat anda menjadi guru yang efektuf. Akan tetap, selain itu rised yang memberikan imformasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar bisa membuat anda menjadi guru yang lebih baik.

Pendekatan Riset Ilmiah
Pendekatan ilmiah dalam psikologi pendidikan dimaksudkan untuk memilih antara fakta dan khayalan dengan menggunakan cara tertentu untuk memdapatkan imformasi. Riset ilmiah adalah riset objektif, sistematis,dan dapat diuji. Riset iimiah ini didasarkan pada metode ilmiah, yaitu sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat. Pendekatan ini terdiri dari beberapa langkah: merumuskan masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, serta merevisi kesimpulan, serta merevisi kesimpulan dan teori riset. Setelah periset merumuskan masalah, mereka biasanya meyusun teori dan hupotesis. Teori adalah seperangkat ide yang saling berkaitan dan koheren, yang berfungsi untuk menjelaskan dan membuat prediksi sedangkan hipotesis, yakni asumsi dan prediksi spesifik yang dapat diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atau tidak.

Metode Riset
Ada 3 metode dasar yang dipakai periset untuk mengumpulkan imformasi dalam psikologi pendidikan yaitu :
1.      Riset deskriptif, riset ini bertujuan mengamati dan mencatat prilaku. Riset deskriptif tidak dengan sendirinya bisa membuktikan apa penyebab dari suatu fenomena, tetapi bisa mengungkapkan informasi pentingtentang prilaku dan sikap orang.
Observasi, observasi ilmiah dilakukan dengan sistematis. Observasi ini membutuhkan pengetahuan tentang apa yang anda amati, melakukan observasi dengan cara yang tidak mengandung bias, mencatat dan mengelompokkan apa yang anda lihat secara akurat, dan menyampaikan hasil observasi anda secara efektif. Cara yang umum untuk mencatat observasi adalah menuliskannya, dengan menggunakan simbol atau ringkasan-ringkasan. Observasi bisa dilakukan dilaboraturium atau dilingkungan alam. Observasi terbagi 2 yaitu:
Observasi alamiah yaitu observasi yang dilakukan diluar laboraturium atau didunia nyata.
Observasi partisipan adalah observasi dimana peneliti-pengamat terlibat aktif sebagai partisipan (peserta) dalam suatu aktivitas atau tempat tertentu.
Wawancara dan kuesioner, ahli Psikologi Pendidikan menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mencari tahu tentang pengalaman, keyakinan dan perasaan guru dan murid. Kebanyakan wawancara dilakukan dengan tatap muka, meskipun dapat juga dilakukan dengan cara lain seperti melalui surat atau internet. Wawancara dan observasi yang baik menggunakan pertanyaan yang konkret, spesifik , dan tidak mendua dan juga menggunakan beberapa car auntuk mengecek autentisitas jawaban responden.
Tes standart (standarized test) adalah tes dengan prosedur administrasi dan penilaian yang seragam. Tes ini menilai kinerja murid di domain yang berbeda- beda dan bisa untuk membandingkan kinerja murid dengan murid lainnyayang berusia sama atau tingkat yang sama ditingkat nasional.
Studi kasus adalah kajian mendalam terhadap seorang individu.
Studi etnografik yaitu deskripsi mendalam dan interpretasi atas prilaku dalam studi etnis atau kelompok kultural yang melibatkan keterlibatan langsung dengan partisipan.

2.             Riset Korelasional bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan kedua hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik. Riset korelasional ini berguna karena semakin kuat dua hubungan antara dua peristiwa  (berkaitan atau berasosiasi), maka kita bisa memprediksi suatu kejadian secara lebih efektif.

3.      Riset Eksperimental adalah metode yang anadal untuk menentukan hubungan sebab akibat. Riset Eksperimen paling tidak menggunakan satu variabel independen (bebas) dan satu variabel dependen (tergantung). Variabel independen adalah faktor yang di manipulasi yang berpengaruh, faktor eksperimental. Variabel dependen adalah faktor yang diukur dalam sebuah eksperimen. Dalam eksperimen, variabel independen terdiri dari pengalaman-pengalaman yang berbeda yang diberikan kepada satu atau lebih kelompok yang pengalamannya dimanipulasi. kelompok eksperimental adalah sebuah kelompok yang yang pengalamannya dimanipulasi sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok pembanding yang diperlukan seperti kelompok eksperimental, kecuali dalam hal faktor yang dimanipulasi. prinsip penting lainnya dari riset eksperimental adalah penempatan acak, dimana dalam riset eksperimental, penetapan partisipan ke kelompok eksperimentaldan kelompok kontrol dilakukan secara acak.
Riset cross-sectional adalah mempelajari kelompok orang pada satu waktu.
Riset longditional adalah mempelajari individu-individu yang sama selama priode waktu tertentu, biasanya beberapa priode atau lebih.
Riset Evaluasi Program, Riset Aksi, dan Guru-sebagai-Periset
Metode yang sama juga dapat diterapkan untuk riset yang bertujuan lebih spesik, seperti untuk mengetahui seberapa baikkah strategi atau program pendidikan tertentu. Dalam hal ini sering dipakai riset evaluasi program, riset aksi, dan guru sebagai periset
Riset Evaluasi Program yaitu riset yang didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas  suatu program.
Riset Aksi yaitu riset yang dipakai untuk memecahkan problem sekolah atau kelas tertentu, meningkatkan pengajaran dan strategi pendidikan lainnya atau untuk membuat keputusan dilevel tertentu.
Guru-sebagai-Periset adalah konsep yang menyatakan bahwa guru kelas dapat menyatakan rised sendiriuntuk meningkatkan mutu praktik pengajaran mereka.

Referensi:
John W. Santrok. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta. Kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar