Jumat, 21 Maret 2014

Guru efektif dan kreatif adalah guru masa depanku




Dalam dunia pendidikan, guru memegang peranan penting dan strategis. Sebagai pengajar, pendidik dan pelatih para siswa, guru merupakan agen perubahan sosial (agent of social change) yang mengubah pola pikir,sikap dan prilaku umat manusi menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih mandiri. Melalui arah pendidikan dan peningkatan  kualitias guru hendaknya diorientasikan pada poembentukan guru yang efektif, yaitu guru yang mau  dan mampu mendayagunakn segenap potensi internal maupun eksternal secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut moh. Uzer usman (1992:4) guru merupakan profesi,jabatan dan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus, maksud dari guru sebagai profesi adalah orang yang tugasnya mengajar, mendidik dan melatih peserta didik dalam pendidikan formal, disini guru yang efektif dan powerful sangat ditunjang oleh kemampuan sikap diri yang positif dan pribadi yang baik sehingga mampu menciptakn  situasi belajar yang kondusif
Seorang guru dituntut mempunyai beberapa kemampuan sebagai berikut
·         Berwawasan luas, menguasai bidang ilmunya dan mampu mentransfer atu menerangkan kembali kepada siswa.
·         Mempunyai sikap dan tingkah laku (kepribadian) yang patut diteladani sesuai dengan nilai- nilai kehidupan (values) yang dianut masyarakat dan bangsa.
·         Memiliki keterampilan sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya.
Disini seorang guru diharapkan pandai berkomunisi, pandai mengasuh dan menjadi teman  belajar  bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat dikatakan jika terjalinnya  komunikasi antara siswa dan siswa, tidak bisa dilepaskan dari cara sseorang guru menciptakan suasana mengajar yang efektif. Seorang guru harus mampu  membangun motivasi siswa. Para siswa tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan guru, mereka juga belajar dari totalitas kepribadian gurunya. Oleh karena itu, konsep diri yang positif akan membuat guru terhindar dari kebiasaan buruk yang menghambat efektivitas pembelajaran karena kebiasaan buruk ini akan mempengaruhi kualitas belajar mengajar. Ketika seorang guru banyak menghadapi persoalan guru efektiflah yang tidak akan dibelenggu oleh persoalan, ia akan mengubah persoalan menjadi tantangan dan peluang; ia berupaya menjadi pengendali atas keadaan yang tidak menyenangkan, bukan dikendalikan oleh keadaan yang tidak menyenangkan.
Reward (hadiah) dan reinforcement (penguatan) dapat menumbuhkan konsep diri positif bagi siswa. Bila tepat penggunaanya, para siswa lambat laun menjadi seorang manusia yang dapat memandang dirinya secara positif dan seorang guru yang bijaksana senantiasa mengendalikan sikap dan prilaku siswa dengan pendekatan positif pula. Mereka berupaya mencari dan menggunakan berbagai metode agar dalam mendidik dilakukan dengan cara” yang efektif, menyenangkan, dan manusiawi. Guru efektif  akan berbeda dengan guru biasa, guru efektif akan memberikan sentuhan yang relatif tepat sasaran  dan lebih berorientasi membangun motivasi.

v  Salah satu tolak ukur keberhasilan guru adalah bagaimana ia dapat diterima oleh murid-muridnya. Bagaimanapun siswa akan menilai bagaimana cara guru mengajar sejak ia masuk kelas samapi ia menutup pelajaran. Metode mengajar guru yang kreatif dan penuh inovasi akan selalu ditunggu para siswa nya.
_Aa Gym, penggegas konsep manajemen Qalbu_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar