Ketua : Naomi Irene Apdika Manalu (131301121)
Anggota : 1. Khairunnisa (131301015)
2. Iin Novita Sari Bakri (131301033)
3. Eprida Tri Wahyuni Sianipar (131301065)
4.
Kartika Siregar (131301083)
I.
Profil
Sekolah
1. Nama sekolah : SMPN 10 Medan
- Alamat Sekolah : Jln. Jamin Ginting, km 4.5 Medan
- Uang Sekolah : Menggunakan dana BOS ( tidak membayar uang sekolah)
II.
Laporan
Observasi
- Lama ObsProfil Kelas : Kelas 7b, jumlah murid 22 siswa
- Observasi : 40 Menit. Mulai pukul 14.20 – 15.00 WIB.
III.
Poin-Poin
Hasil Laporan Observasi
Ø Di kelas
Mata
pelajaran : Matematika
Pengampu :
K. H. Simarmata
Jumlah
Siswa : 22 Orang
Luas kelas : 7x9 m
Ø Cara Berbicara : Guru
yang mengajar sangat kreatif dalam menjelaskan materi, sehingga dapat membuat suasana
menjadi lebih menyenangkan.
Ø Sorot tatap mata : Guru
memperhatikan seluruh murid dengan seksama ketika beliau mengajar. Sehingga, saat proses
belajar mengajar siswa/I tidak ada
yang bermain-main.
Ø Setting Ruangan Kelas
Tata Letak Ruangan :
luas setiap ruang 7x
9 m
Alat-alat Belajar : Papan tulis, spidol, penghapus papan tulis, penggaris besar.
Perabotan yang ada di kelas :
Meja, kursi, foto presiden, foto wakil presiden, gambar burung
garuda,
lemari, vas bunga, taplak meja, nama-nama
ibu kota di dunia.
Ø Setting
Lokasi
Jumlah kelas : 38 kelas
Rumah ibadah : 1 buah Musholla
Laboratorium Bahasa : 1 buah
Laboratorium IPA : 1 buah
Laboratorium komputer
:
1 buah
Lapangan Basket : 1
buah
Terdapat lapangan yang
disekitarnya ditanami pohon – pohon.
IV.
Teori
Belajar
¢ Pembelajaran merupakan pengaruh permanen atas perilaku,
pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman.
¢ Pada
saat observasi, siswa/i sedang belajar Matematika yang diajarkan oleh Bapak K.
H. Simarmata dengan judul pelajaran “Sudut”.
¢ Guru
banyak memberikan pertanyaan kepada murid ketika sedang mengajar dengan tujuan
agar murid memiliki keinginan yang lebih untuk belajar matematika.
Cara Mengajar Yang
Efektif : Pengetahuan dan Keahlian Profesional
¢ Penguasaan
materi pelajaran
¢ Strategi
pengajaran
¢ Penetapan
tujuan dan keahlian perencanaan instruksional
¢ Keahlian
manajemen
¢ Keahlian
motivasional
¢ Keahlian
komunikasi
¢ Bekerja
secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang
berlainan
¢ Menurut
kelompok kami, guru yang mengajar memiliki kemampuan dan keahlian yang
profesional yang sesuai dengan cara Mengajar yang efektif. Beliau menguasai
mata pelajaran yang diajarkan, berkomunikasi dengan murid dengan baik, dan
mampu mengajar dengan murid yang terdiri dari berbagai macam latar belakang.
Teori Kognitif Sosial
Bandura
¢ Teori
kognitif sosial Bandura adlah teori yang menyatakan bahwa faktor sosial dan
kognitif dan juga faktor perilaku memainkan peranan penting dalam pembelajaran.
¢ Self
– efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang bisa
menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif
¢ Pada
saat proses belajar mengajar terjadi, tidak semua siswa memperhatikan guru
degan baik. Namun lebih banyak yang memperhatikan guru tersebut.
¢ Para
siswa yang memperhatikan guru dengan baik akan mengerti apa yang diajarkan oleh
guru, sehingga ketika guru memberikan soal mengenai pelajaran yang diajarkan,
mereka bisa menyelesaikannya.
¢ Siswa
yang tidak memperhatikan guru dengan baik, ketika guru memberikan soal, mereka
hanya bisa mencontek pekerjaan teman yang duduk disebelahnya.
V.
Perencanaan
Pembelajaran Teacher –Centered
¢ Menciptakan
sasaran behavioral yaitu pernyataan yang menyatakan perubahan dalam perlaku
murid untuk mencapai tujuan kinerja yang diharapkan.
¢ Menganalisis
tugas yaitu memecahkan tugas yang kompleks yang dipelajari murid menjadi
komponen-konponen
¢ Menyusun
taksonomi intruksional
¢ Pada
saat proses belajar mengajar dikelas, guru lah yang menjadi pusat.
¢ Pada
saat guru menerangkan, guru menerangkan dengan jelas dan kemudian memberikan
contoh mengenai pelajaran sudut.
¢ Setelah selesai menerangkan satu jenis sudut,
guru menyuruh siswa untuk menggambar sudut yang beliau tanyakan.
¢ Ketika
ada murid yang tidak bisa mengerjakannya, beliau menyelesaikan soal tersebut di
depan kelas.
VI.
Kesimpulan
Hasil Observasi
Dari
observasi ini, kami kelompok satu menyimpul kan bahwa di kelas yang kami
observasi telah mengerti apa itu pembelajran. Guru menerapkan proses belajar dengan teacher –
centered degan baik. Sebagian murid juga telah memiliki Self – efficacy, namun
ada sebagian yang tidka memilikinya. Para siswa yang memiliki Self –
efficacy yang baik akan mudah menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru
dengan baik karena ia telah memperhatikan guru dengan baik.
VII.
Testimoni
¢ Kartika
Menurut saya, observasi ini sangat seru.
Bahkan sangat-sangat seru sekali. Karena, pada saat observasi kita bisa
meneliti bagaimana sebenarnya proses belajar dan mengajar ketika duduk di
bangku kelas 7.
¢ Khairunissa
Menurut saya, kegiatan observasi ini
membantu saya untuk memahami bagaimana proses belajar mengajar di kelas 7 yang
kami masuki. Pada awalnya memang canggung ketika memasuki kelas. Namun setelah
lima menit berada didalam kelas, saya sudah tidak canggung lagi dan berani
untuk berkomunikasi dengan para siswa.
¢ Iin
Menurut
saya, setelah melakukan observasi ini, saya mendapat pengalaman yang baru,
walaupun proses observasi hanya empat puluh menit. Saya merasakan bagaiman
meyakinkan orang yang tidak saya kenal dan orang tersebut juga tidak mengenal
saya untuk mempercayai kami mengobservasi sekolah. Saya dan kelompok juga
mendapat pelajaran yang baru dari guru yang mengajar. Saya merasa bangga bisa
mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan.
¢ Eprida
Menurut
saya, observasi ini sangat menyenangkan karena bisa melihat proses belajar
mengajar dikelas. Pada saat observasi, saya dapat mengamati bagaiman respon
murid terhadap guru yang mengajar dan bagaimana guru mengajari muridnya agar
bisa mengerti tentang pelajaran sudut. Guru mengajari muridnya dengan baik dan
membuat proses belajar mengajar dengan aktif yaitu dengan memberikan pertanyaan
mengenai pelajaran yang mereka pelajari saat itu.
¢ Naomi
Menurut
saya, observasi ini membantu saya agar mudah memahami mata kuliah psikologi
pendidikan dengan mengamatinya secara langsung. Awalnya memang deg-degan
apalagi pada saat meminta ijin untuk mengobservasi sekolah yang kami tuju.
Namun pada akhirnya semuanya dapat terlaksana dengan baik.
VIII.
Dokumentasi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar